Pulau Bonetambung - Pulau Kecil di Makassar

https://i.ytimg.com/vi/KXc8PKwmsTA/default.jpg click to zoom
Ditambahkan 14.08
Kategori Artikel Cerita Makassar
Harga
Share
BELI

Review Pulau Bonetambung - Pulau Kecil di Makassar

Pulau Bonetambung - Pulau Kecil di Makassar
Cerita ini saya buat sebagai ungkapan rindu saya kepada mereka yang hidup di pulau kecil, khususnya Pulau Bonetambung Makassar

Jika ini bermanfaat dan tidak memberatkan, mohon bagikan ke teman sosial media Anda menggunakan tombol berikut:

Sebelumnya diucapkan Terima Kasih!

@
Cerita ini saya buat sebagai ungkapan rindu saya kepada mereka yang hidup di pulau kecil dan senantiasa memberi sambutan hangat kepada saya dan teman-teman setiap kali datang ke pulau mereka. Pada kesempatan ini saya ingin bercerita tentang Pulau Bonetambung, pulau yang paling sering saya kunjungi. Ini adalah cerita pertama tentang pulau kecil di Makassar.

Pulau Bonetambung adalah salah satu pulau kecil yang masuk dalam wilayah administrasi Kota Makassar, yaitu Kelurahan Barrang Caddi Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar.


Sangat banyak kenangan indah di pulau ini, terutama pada masa kuliah S1 dulu. Pertama kali menginjakkan kaki di pulau ini kalau tidak salah tahun 2005. Sejak saat itu saya sering ke sana baik untuk tujuan penelitian maupun untuk liburan. Hampir tiap bulan saya ke sana, dan bermalam 2-3 malam. Terakhir ke sana tahun 2011 karena sudah berpikir untuk nikah :D

Saya sudah punya orang tua angkat di sana. Semua anaknya sudah seperti saudara saya. Makan bersama, tidur bersama (anaknya cowo coy). Bahkan tahun terakhir saya disiapkan tempat tidur mahal, yang sebenarnya tidak pernah saya rasakan di rumah sendiri. Bukan hanya itu, saya bahkan ikut berdagang ikan, membeli ikan dari sana lalu membawanya ke kota Makassar untuk saya jual sendiri. Ini membuat saya seakan-akan melupakan daerah asal saya yang murni daerah persawahan (Sidrap) dan jauh dari laut.

Banyak hal yang membuat saya betah di sana. Warga Pulau Bonetambung sangat ramah. Meskipun jumlah mereka hampir 500 jiwa, tapi hampir tidak ada yang tidak mengenalku (saat itu - mungkin sekarang sudah mulai lupa, hehehe maklum sudah terlalu lama tidak berkunjung ke sana). Salah satu hal yang membuat saya sangat terharu adalah Ketua RT yang juga sebagai tetua di Pulau Bonetambung bersedia memberikan sepetak lahan untuk saya jika ingin membangun rumah di sana. Banyak yang mengira kalau suatu saat nanti saya akan menikah dengan salah satu anak gadis di sana. Tapi bukan karena itu saya sering ke sana. Saat itu saya belum berani memikirkan soal nikah :D

Warga Pulau Bonetambung sebagian besar bekerja sebagai nelayan, baik nelayan tangkap maupun pedagang hasil tangkapan. Maklum pulau tersebut hanya seluas kira-kira 5 hektar yang dihuni oleh hampir 500 jiwa, mungkin saat ini sudah lebih. Bayangkan betapa padatnya susunan rumah di sana. Tapi jangan salah kaprah. Meskipun rumah di sana sangat padat, tapi justru dapat menghilangkan kepenatan saya melakukan berbagai kegiatan di Kota Makassar.

Pada pagi hari, saya dapat ikut dengan anak-anak di sana buat berenang dan menyelam mencari kerang-kerangan. Sesekali ikut dengan salah satu nelayan pukat untuk mengambil pukat yang semalam telah dipasangnya. Tentu ini kegiatan yang sangat menyenangkan. Apalagi jika nelayan Bubu (nama alat tangkap yang banyak digunakan saat itu, terbuat dari anyaman bambu berbentuk kotak yang berfungsi sebagai perangkap ikan) sudah datang dari daerah penagkapan ikan kerapu, pasti banyak ikan yang bisa kita bakar dan disantap karena mereka hanya menjual ikan yang hidup saja. Hal ini benar-benar membuat saya lupa dengan usia, dan tugas kuliah saya, hahaha.

Pada siang hari, saya biasa ikut ngobrol dengan orang-orang yang sedang ngobrol di bawah kolong rumah (rumah panggung). Kadang main kartu, main catur atau sekedar ngobrol santai.

Pada sore hari, banyak aktifitas yang bisa saya lakukan, kadang memancing, berenang atau main bola. wah, sangat menyenangkan bukan?

Hal unik juga yang saya amati di pulau ini adalah penjual kue. Awalnya saya pikir ini hanya terjadi di Pulau Bonetambung saja, ternyata ini juga ada di pulau-pulau lain di sekitar Makassar dan Pangkep. Beberapa hal yang membuatnya unik adalah:
  • Jumlah orang yang menjual kue cukup banyak dan mereka menjajakan kuenya dengan berjalan kaki keliling pulau sambil berteriak "kue... kue...", terkadang ada yang menggunakan gerobak dorong. Penjual kue ini adalah ibu-ibu atau istri nelayan, dan pada siang atau sore hari biasanya anak laki-laki atau anak perempuan yang menggantikan orang tuanya. Karena jumlah yang banyak ini membuat suasana jadi ramai. Hal yang menambah keunikannya adalah, terkadang mereka berjalan bersamaan dengan membawa jajanan kue yang berbeda jenis, seakan-akan sengaja membentuk barisan penjual.
  • Mereka menjual kue 3 kali sehari, pagi, siang dan sore. Saya berpikir apakah kue yang dijual pada siang atau sore hari adalah sisa penjualan pada pagi hari? ternyata bukan, kue yang dijajakannya tersebut baru dimasak dan setiap dijual pasti habis, padahal jumlah mereka yang menjual cukup banyak. Ini terbukti, hampir setiap rumah yang saya datangi menyuguhkan bermacam-macam jenis kue yang membuktikan bahwa setiap rumah membeli beberapa jenis kue dari penjual yang berbeda.
  • Hal yang unik lagi, sistem utang piutang sudah menjadi hal yang sangat biasa. Pada pagi hari, kue yang dijual belum dibayar, hanya dicatat saja dalam buku catatan khusus. Pada siang atau sore hari, mereka kembali menjual kue sambil menagih kue yang belum dibayar tadi pagi. Sehingga hampir semua penjual kue memiliki buku catatan, yang jika dilihat seperti rentenir, hahaha. Saya sempat bertanya, "mengapa pagi hari cenderung dihutang?". Mereka menjawab "Karena pagi hari belum ada hasil penjualan ikan". Hmm, hampir seluruh hasil penjualan ikan habis untuk jajan, bukan hanya untuk anak-anak mereka, tetapi termasuk orang tuanya juga ikut jajan.
Masih sangat banyak kenangan indah di Pulau Bonetambung selama kurang lebih 5 tahun berkunjung rutin setiap bulannya, namun belum sempat saya ceritakan. Bagi anda yang berkunjung ke Makassar, bisa menyempatkan waktu untuk kesana untuk merasakan keindahan pantainya dan keramahan warganya. Ini ada video perjalanan ke Pulau Bonetambung yang saya ambil dari Youtube, bukan video saya.
  • CARA PEMESANAN MELALUI HALAMAN PRODUK
  1. Klik tombol BELI di atas
  2. Isi Form Pemesanan, Semua yang bertanda bintang merah (*) Wajib diisi guna kemudahan proses pelayanan
  • Cara Memesan VIA SMS
KETIK: #NAMA ANDA#NAMA PRODUK YANG DIPESAN#JUMLAH PESANAN#ALAMAT EMAIL#ALAMAT LENGKAP# KIRIM KE: 085-256-470-313
Setelah itu, kirim pembayaran melalui salah satu Rekening Bank berikut :
No.Rekening : 3823-01-005268-53-9
An. Soenarto
Selanjutnya...
  1. Setelah melakukan pembayaran, KIRIM SMS KONFIRMASI ke 085-256-470-313
  2. Pesanan Anda akan segera dikirimkan, tunggu 1 X 24 Jam (Untuk pengiriman file Via eMail - Khusus untuk Produk dalam bentuk File) dan MAKSIMAL 7 HARI (Untuk pengiriman paket langsung ke alamat anda)

"Jangan melakukan pembayaran selain nomor rekening yang kami cantumkankan di halaman ini!!!"