Prinsip-prinsip Penyusunan RPP Berdasarkan Permendiknas

@RPP Kurikulum 2013

Alhamdulillah, setelah beberapa lama mengerjakan hal cukup melelahkan, akhirnya saya sempat melanjutkan ulasan singkat ini. Pastikan anda telah membaca ulasan singkat sebelumnya (klik untuk membukan) tentang Pengertian RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran), Tujuan dan Fungsi RPP, Unsur-unsur yang Perlu Diperhatikan dalam Penyusunan RPP, Komponen-komponen RPP. Nah pada kesempatan ini, saya akan secara singkat tentang Prinsip-prinsip Penyusunan RPP.

Prinsip-prinsip Penyusunan RPP


Prinsip-prinsip rencana pembelajaran menurut Permendiknas no 41 tahun 2007 tentang standar proses terdiri dari :
  1. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik. RPP disusun dengan memerhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial,emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan lingkungan peserta didik.
  2. Mendorong Partisipasi aktif peserta didik. Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreatifitas, inisiatif inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar.
  3. Mengembangkan Budaya Membaca dan menulis. Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam bentuk tulisan.
  4. Memberikan Umpan Balik dan Tindak Lanjut. RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, remedi.
  5. Keterkaitan dan Keterpaduan. RPP disusun dengan memerhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK,KD, Materi Pembelajaran, Kegiatn Pembelajaran, Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya.
  6. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi. RPP disusun dengan mempertimbangkan peneraan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi.

Artikel terkait lainnya:

Gunakan tombol berikut untuk berbagi:

Semoga bermanfaat!