Asal Usul Cetak Sablon

https://i.ytimg.com/vi/osV2mL9ib1U/default.jpg click to zoom
Ditambahkan Juni 14, 2016
Kategori Artikel Sablon Baju
Harga
Share
BELI

Review Asal Usul Cetak Sablon

Gunakan tombol berikut untuk berbagi:

Semoga bermanfaat!

@Istilah Sablon sudah akrab di telinga kita, baik di perkotaan maupun pedesaan. Salah satu yang membuat istilah ini akrab adalah karena manfaat yang dapat diperoleh dari teknik ini. Jika kita membutuhkan baju yang gambarnya atau tulisannya sesuai dengan keinginan kita, maka cetak sablon adalah solusinya. Kebutuhan akan baju kaos yang bergambar unik ini sangat sering digunakan untuk baju komunitas, biar seragam dan tidak sma dengan komunitas lain. Tapi, adakah di antara kita yang mengetahui dari mana asal tehnik cetak sablon ini? Pada kesempatan ini, kami ingin sekedar berbagi tentang "Asal Usul Cetak Sablon". Setelah membaca ulasan singkat ini, mungkin anda ingin juga mengetahui tentang Jenis-Jenis Sablon (silahkan klik untuk membacanya). Semoga ulasan ini dapat bermanfaat.

Asal Usul Cetak Sablon

Istilah lain untuk Cetak sablon adalah cetak saring. Istilah ini sudah mulai dikenal dan digunakan sejak tahun 1664, abad ke 1 7 oleh bangsa Jepang. Jadi teknik sablon ini sudah berusia 352 tahun, wow, hampir 4 abad brooo. Ketika itu, Yujensai Miyasaki dan Zisukeo mengembangkannya dengan menyablon kain kimono beraneka motif. Penyablonan kimono itu dilatarbelangi oleh kaisar yang melarang menggunakan kimono bertulisan tangan. Pasalnya, Kaisar sangat prihatin karena tingginya harga kimono motif tulisan tangan yang beredar di pasar. Dengan keluarnya kebijakan tersebut dapat ditekan, dan kimono motif sablon mulai banyak di gunakan oleh masysrakat Jepang.

Sejak itu tehnik cetak sablon mulai merambah ke negara-negara. Akan tetapi cetak sablon pada masa itu berkembang tidak terlalu baik, penggunaan kain gasa atau screen sebagi acuan, cetak sebelum di kenal, penyablonan masih menggunakan teknik pengecapan atau menggunakan model cetak atau mal.

Pada tahun 1907, seorang pria kebangsaan Inggris, Samuel Simon, mengenalkan teknik sablon dengan menggunakan Chiffon sebagai pola (form) untuk mencetak. Chiffon merupakan bahan rajut yang terbuat dari gasa atau kain saring. Gambar yang tercetak akan mengikuti pola gambar yang ada pada kain gasa. Itu sebabnya teknik ini dikenal dengan sebutan silk screen printing yang berarti mencetak dengan menggunakan kain saring sutra.

Usai Perang Dunia ke-II, teknik cetak saring terus berkembang pesat. Inovasi-inovasi terus dilakukan hingga memunculkan genre baru yaitu teknik cetak saring modern. Namun, teknik dasar yang di gunakan cetak saring tetap sederhana, mudah, dan murah untuk di praktekan. Karenanya, selama bertahun-tahun, pandangan orang pada teknik saring ini tetap sama, yakni usaha sambilan tetapi menghasilkan”.

Istilah teknik cetak saring di Indonesia kurang di kenal. Istilah yang lebih populer digunakan adalah cetak sablon. Istilah sablon berasal dari bahasa Belanda, yaitu Schablon. Istilah tersebut berkulturasi dan menjadi bahasa sarapan hingga bermetamorposis menjadi kata sablon.

Bagaimana dengan Sablon di Makassar, kapan dan siapa yang pertama kali menggunakannya? Informasi ini belum kita dapatkan hingga sekarang. Terlepas dari ketidak tahuan kita akan asal-usulnya, kita dapat merasakan betapa pesatnya perkembangan sablon di Kota Makassar, sejak kurang dari  10 tahun yang lalu. Perkembangan ini terutama dipelopori oleh pemuda dan Mahasiswa. Hingga saat ini, Bisnis Sablon di Makassar masih didominasi oleh para pemuda. Salah satu pengusaha sablon yang berkembang di Makassar adalah Magello Art yang bekerjasama dengan beberapa teman, salah satunya dengan Sablon to Makassar. Anda dapat melihat review tentang sablon mereka, silahkan baca "Jasa Sablon Kaos Murah Makassar"