Sejarah & Asal Usul Cetak Sablon

@ Istilah Sablon sudah akrab di telinga kita, baik di perkotaan maupun pedesaan. Salah satu yang membuat istilah ini akrab adalah karena manfaat yang dapat diperoleh dari teknik ini. Jika kita membutuhkan baju yang gambarnya atau tulisannya sesuai dengan keinginan kita, maka cetak sablon adalah solusinya.

Kebutuhan akan baju kaos yang bergambar unik ini sangat sering digunakan untuk baju komunitas, biar seragam dan tidak sma dengan komunitas lain. Tapi, adakah di antara kita yang mengetahui dari mana asal tehnik cetak sablon ini? Pada kesempatan ini, kami ingin sekedar berbagi tentang "Asal Usul Cetak Sablon". Setelah membaca ulasan singkat ini, mungkin anda ingin juga mengetahui tentang Jenis-Jenis Sablon (link ada di bawah). Semoga ulasan ini dapat bermanfaat.

Sejarah Singkat Cetak Sablon

Sablon sudah dikenal sejak beberapa abad yang lalu. Perkembangannya hingga saat ini melalui sejarah perjalanan yang cukup panjang.

Sejarah & Asal Usul Cetak Sablon


Sejarah Munculnya Sablon

Istilah sablon belum dikenal sejak pertama digunakan. Istilah yang digunakan pada awalnya adalah 'cetak saring'. Istilah tersebut pertama kali dikenal di Jepang, yaitu pada abad ke-17, sekitar tahun 1664. Jadi sablon atau cetak saring ini telah berusia sekitar 352 tahun.

Toko yang memulai menggunakan sablon adalah Yujensai Miyasaki dan Zisukeo. Mereka pertama kali menggunakannya untuk mencetak motif pada kain kimono dengan ragam motif. Munculnya ide untuk menggunakan sablon dilatarbelakangi oleh adanya larangan dari kaisar untuk menggunakan kimono yang bertulis tangan.

Larangan untuk menggunakan motif atau tulisan tangan ini karena harganya sangat mahal di pasaran. Kaisar Jepang merasa prihatin dengan hal ini. Karena larangan tersebut, maka muncullah ide untuk memberikan motif pada kimono tanpa menggunakan tulisan tangan, melainkan dengan alat cetak saring. Kimono yang bermotif dari cetak saring ini tidak dilarang karena harganya sudah membaik.

Perkembangan dan Penyebaran Sablon

Setelah kimono yang bermotif dari cetak saring ini dikenal oleh masyarakat Jepang, teknik ini secara perlahan menyebar ke negara-negara lain di sekitarnya. Namun, perkembangannya pada masa itu tidak begitu baik. Mereka masih mengacu pada penggunaan kain gasa atau screen. Sedangkan teknik yang digunakan masih teknik pengecapan atau teknik model cetak / mal.

Sablon kemudian berkembang setelah seorang pria Inggris, Samuel Simon, memperkenalkan teknik sablon menggunakan pola Chiffon untuk mencetak. Pengenalannya tersebut terjadi pada sekitar tahun 1907. Chiffon adalah bahan rajut yang dibuat dari kain saring atau gasa. Gambar yang dicetak akan mengikuti pola yang ada pada kain saring tersebut.

Dari situlah istilah atau penyebutan silk screen printing dimulai. Istilah tersebut berarti bahwa mencetak dengan menggunakan kain saring sutra.

Sablon Setelah Perang Dunia ke-II

Setelah Perang Dunia ke-II, teknik cetak saring tersebut semakin berkembang pesat. Berbagai inovasi yang dilakukan mengarahkan munculnya teknik baru, yaitu teknik cetak saring modern. Akan tetapi, teknik dasar yang digunakan masih sederhana dan mudah untuk dipraktekkan dengan biaya yang murah. Hal ini membuat kesannya masih dianggap pekerjaan sambilan, tidak dapat dijadikan sebagai pekerjaan utama. Pandangan ini bertahan selama bertahun-tahun.

Asal Usul Istilah Sablon

Istilah cetak saring tidak dikenal di Indonesia, yang dikenal hanyalah istilah sablon. Istilah sablon di Indonesia tidak diketahui sejak kapan munculnya.  Kami hanya mengetahui bahwa istilah sablon ini berasal dari bahasa Belanda, yaitu Schablon. Istilah tersebut diserap lalu dan bermetamorposis menjadi istilah yang dikenal hingga saat ini, yaitu sablon.

Baca juga beberapa artikel sablon berikut:


Sablon di Makassar

Bagaimana dengan sablon di Makassar, kapan dan siapa yang pertama kali menggunakannya? Informasi ini belum kita dapatkan hingga sekarang. Terlepas dari ketidak tahuan kita akan asal-usulnya, kita dapat merasakan betapa pesatnya perkembangan sablon di Kota Makassar, sejak kurang dari 10 tahun yang lalu. Perkembangan ini terutama dipelopori oleh pemuda dan Mahasiswa.

Hingga saat ini, Bisnis Sablon di Makassar masih didominasi oleh para pemuda. Salah satu pengusaha sablon yang berkembang di Makassar adalah Magello Art yang bekerjasama dengan beberapa teman, salah satunya dengan Sablon to Makassar. Anda dapat melihat review tentang sablon mereka, silahkan baca "Jasa Sablon Kaos Murah Makassar"


Sumber video: YouTube
Baca juga tentang cetak saring

Gunakan tombol berikut untuk berbagi:

Semoga bermanfaat!