Jenis-Jenis Sablon yang Biasa Digunakan

@ Jenis-jenis sablon sangat beragam. Anda mungkin perlu mengetahui jenis sablon tersebut jika hendak menggunakan jasa sablon atau bahkan ingin membuka bisnis sablon. Beberapa sahabat Sablon toMakassar yang hendak memesan sablon kaos, belum begitu paham tentang jenis sablon yang ada. Jangan khawatir karena pada kesempatan ini kami ingin menjelaskan secara singkat tentang jenis-jenis sablon.

Jenis-Jenis Sablon


Pengantar tentang Jenis-Jenis Sablon


Perlu dipahami bahwa setiap jenis sablon tidaklah lebih baik dibanding jenis sablon lain karena masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan. Jadi pemilihan jenis sablon sangat dipengaruhi selera anda.

Ada jenis sablon yang sangat mewah kelihatan namun tidak nyaman untuk digunakan karena gerah atau lengket di badan. Ada jenis sablon yang sederhana tapi sangat nyaman digunakan, dan tentu mengenai tampilannya bisa kita atur sesuai selera.

Mengetahui tentang jenis-jenis sablon tidak hanya bermanfaat untuk anda pada saat hendak memesan jasa sablon kaos. Pengetahuan ini juga dapat anda gunakan jika ingin mencoba untuk menyablon baju anda sendiri atau ingin membuka jasa cetak sablon kaos.

Sekedar berbagi, cukup banyak teman kita yang membuat jasa sablon kaos murah di Makassar. Meskipun murah, tapi ternyata kualitas sablon mereka cukup baik. Bahkan Kebanyakan dari mereka telah memiliki beberapa karyawan. Uniknya, mereka membangun perusahaan jasa dengan model yang hampir tidak diduga, yaitu sangat santai dan seakan-akan bukan sebuah perusahaan. Mereka adalah pengusaha yang santai tapi dengan penghasilan yang lumayan. Jadi apakah anda tertarik dengan usaha sablon?


Jenis-Jenis Sablon

Ada beberapa jenis sablon yang biasa digunakan, namun 2 di antaranya yang paling sering, yaitu rubber dan plastisol. Berikut penjelasan singkat tiap jenisnya.

Sablon Plastisol raster

Sablon plastisol adalah jenis sablon yang menggunakan tinta berbahan dasar minyak. Hasil cetakannya memiliki karakter yang tebal dan menyerupai karet. Kelebihannya adalah lebih awet dan tahan lama.

Disamping kelebihan tersebut, bukan berarti tidak memiliki kekurangan. Kekurangannya adalah mudah rusak pada suhu panas, apalagi pada saat disetrika. Agar tidak mudah rusak pada saat setrika, baju dengan sablon plastisol harus dibalik atau dilapisi kain agar gambar atau motifnya tidak meleleh.

Selain itu, untuk kenyamanan, baju dengan sablon plastisol kurang nyaman digunakan karena gambar yang tebal dan kadang melengket jika sisi gambar saling berhimpitan. Ini terutama jika bidang gambar pada baju cukup lebar.

Sablon High Density

Sablon ini merupakan jenis yang biasa digunakan untuk gambar yang berefek 3 dimensi. Pada hasil cetakannya, gambar yang dihasilkan cukup tebal dan terasa timbul saat diraba serta unsur karetnya lebih kuat.

Sablon jenis ini biasa digunakan untuk sablon pada topi. Model atau gambar yang sesuai adalah untuk logo dan typografi.

Sablon Rubber

Sablon jenis rubber juga memiliki karakter karet. Berbeda dengan plastisol, rubber tidak berbahan dasar minyak, melainkan air. Lebih tahan terhadap suhu panas. Tekstur karetnya cukup elastis dan lembut. Jenis ini sangat ideal untuk menutup serat kain.

Baca juga beberapa artikel sablon berikut:


Jenis samblon rubber ini paling banyak digunakan oleh kalangan komunitas, misalnya komunitas motor, atau kemunitas lainnya. Hal yang membuatnya disenangi karena lembut dan nyaman digunakan.

Sablon Superwhite

Jenis sablon superwhite ini berbahan dasar air. Kebalikan dari sablon highdensity, superwhite berkarakter tidak timbul dan tidak terasa pada saat diraba. Tinta yang digunakan menyerap ke dalam serat kain sehingga tidak masalah jika gambarnya terkena setrika.

Baju yang menggunakan jenis sablon superwhite ini terasa ringan. Namun kekurangannya, jika sering dicuci, akan membentuk efek vintage atau meredup karena tidak ada unsur minyak pada bahannya. Selain itu, jika digunakan pada kaos berbahan katun 100%, maka lambat laun akan muncul serat halus menyerupai rambut halus pada bidang gambarnya.

Sablon Discharge

Salah satu jenis sablon yang berbahan dasar air adalah sablon discharge. Jenis ini mirip dengan superwhite. Perbedaannya ada pada proses finishing. Sebelum gambar mengering, gambar dipress agar menyatu dengan kain dan untuk menghasilkan warna yang lebih hidup. Proses pengeringan juga bisa menggunakan heatgun, akan tetapi gambar atau warnanya terkadang memudar atau agak gelap.

Jenis sablon ini cocok digunakan pada kaos yang berbahan reaktif, misalnya cotton combed.

Sablon Pigment

Jenis sablon ini sebetulnya sudah mulai tidak digunakan karena kualitasnya dikalahkan dengan jenis superwhite. Kekurangan yang membuatnya ditinggalkan adalah karena gambar yang terasa kaku pada saat disentuh. Ada pun superwhite lebih elastis pada saat diraba. Sablon pigment ini menyisakan kerak atau endapan pada kaos. Meskipun sering dipakai dan dicuci, endapan tersebut masih tetap menempel pada kain.

Sablon Glow in the dark

Sablon jenis ini menghasilkan gambar yang berfek menyala pada malam hari atau rungan gelap. Untuk membuatnya menyala, gambar didekatkan pada lampu beberapa menit dan kemudian matikan lampunya, maka gambar akan terlihat menyala.

Jenis sablon ini sebetulnya bisa digunakan pada sablon plastisol atau rubber dengan menambahkan obat atau bahan khusus. Bahan ini merupakan poshphor yang berbentuk serbuk yang padat.

Sablon Flocking

Karakter sablon flocking ini adalah gambarnya yang berefek menyerupai beludru. Karakter ini akan terasa pada saat gambar diraba dan akan terasa partikel flocknya yang lembut.

Proses utama pada jenis sablon ini adalah pada saat finishing. Sebelum sablon dikeringkan atau dipress, kertas flocking ditempelkan pada kaos atau kain lalu dipress. Setelah itu lepaskan atau cabut kertas flocking tersebut secara perlahan. Anda juga bisa mencabut kertanya pada saat proses setrika agar tidak banyak partikel kapas yang menempel pada gambar.

Sablon Foil

Jenis sablon foil ini hamper sama dengan flocking. Perbedaannya adalah pada sablon flocking menggunakan kertas flocking, sedangkan foil menggunakan plastic untuk merekatkan bahan foilnya. Pada saat dikeringkan atau dipress, plasting foil haris dilapisi dengan kertas agar plastik tersebut tidak berkerut karena suhu panas.

Jenis Sablon Foam atau cat timbul

Jenis sablon yang satu ini dapat disebut dengan sablon tiga dimensi (3D) karena gambarnya timbul menyerupai curva atau benjolan. Efek ini akan terlihat setelah proses press selesai. Gambar akan mengembung dengan sendirinya dengan bagian tengah atau dalam yang melengkung.

Penutup

Demikian pembahasan singkat tentang jenis-jenis sablon. Semoga artikel ini bermanfaat untuk memberikan gambaran awal, baik untuk calon pemesan jasa sablon maupun mereka yang akan memulai usaha sablon.

Sumber Video: YouTube

Gunakan tombol berikut untuk berbagi:

Semoga bermanfaat!